Liputan6.com, Jakarta - Final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko sempat berada di ambang kekacauan. Laga puncak itu diwarnai ketegangan tinggi setelah keputusan VAR memicu reaksi keras dari kubu The Lions of Teranga.
Situasi memanas ketika wasit menunjuk titik putih untuk Maroko di detik-detik akhir waktu normal setelah wasit menganggap Brahim Diaz dilanggar El Hadi Malick Diouf. Keputusan tersebut membuat suasana stadion berubah drastis dan mengancam kelanjutan pertandingan.
Para pemain Senegal diminta keluar lapangan oleh pelatihnya, Pape Thiaw, dan mereka pun sudah berjalan menuju terowongan untuk kembali ke ruang ganti. Insiden itu membuat final Piala Afrika berada dalam ketidakpastian di depan mata jutaan pasang mata.
Di tengah kekacauan tersebut, satu sosok tampil menenangkan dan menentukan arah cerita. Sadio Mane mengambil peran penting untuk memanggil lagi skuad Senegal ke lapangan memastikan laga tetap berlanjut.
Senegal Akhirnya Mengalahkan Maroko
Setelah drama penalti dan ancaman walkout, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Brahim Diaz yang maju sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang emas setelah tendangan Panenkanya dengan mudah diamankan Edouard Mendy.
Gagalnya penalti tersebut membawa laga ke babak perpanjangan waktu. Senegal tampil lebih tenang dan mampu mengendalikan momentum di tengah tekanan besar.
Gol penentu lahir pada menit keempat perpanjangan waktu melalui Pape Gueye. Gelandang Villarreal itu membawa bola dari lini tengah sebelum melepaskan tembakan kaki kiri keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Maroko.
Keunggulan tersebut bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Senegal resmi menundukkan Maroko dan meraih gelar Piala Afrika 2025, sekaligus trofi kedua mereka setelah sukses pertama pada 2021.
Alasan Sadio Mane Batalkan Aksi Walkout Senegal
Di balik kemenangan bersejarah itu, keputusan Sadio Mane memanggil rekan-rekannya kembali ke lapangan menjadi sorotan. Kapten Senegal tersebut menegaskan tindakannya didorong oleh kepedulian terhadap masa depan sepak bola Afrika.
Mane menyadari bahwa aksi protes berlebihan bisa berujung sanksi berat dan mencoreng reputasi timnya. Ia memilih jalur yang lebih tenang demi menjaga nilai sportivitas di laga sebesar final Piala Afrika.
Lanjut baca
Bintang Senegal itu juga menilai meninggalkan pertandingan bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya, menerima keputusan wasit dan melanjutkan laga jauh lebih penting daripada mempertajam konflik. “Sepak bola adalah sesuatu yang istimewa, dunia sedang menonton, dunia mencintai sepak bola dan saya pikir sepak bola adalah sebuah kesenangan jadi kita harus memberikan citra yang baik untuk sepak bola,” kata Mane setelah pertandingan, Dilansir The Independent. “Saya pikir akan gila jika kita tidak memainkan pertandingan ini karena apa, wasit memberikan penalti dan kita tersingkir dari pertandingan? Saya pikir itu akan menjadi hal terburuk terutama di sepak bola Afrika. Saya lebih memilih kalah daripada hal seperti ini terjadi pada sepak bola kita," serunya. "Saya pikir ini benar-benar buruk. Sepak bola seharusnya tidak berhenti bahkan selama sepuluh menit, tetapi apa yang bisa kita lakukan? Kita harus menerima bahwa kita telah melakukannya, tetapi hal baiknya adalah kita kembali dan kita memainkan pertandingan dan apa yang terjadi terjadilah," tandas eks pemain Liverpool ini. (Independent)

2 weeks ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5496152/original/002483700_1770480343-20260205AA_Indonesia_vs_Jepang-49.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348783/original/072421100_1757893416-000_74GR76T.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458923/original/070999500_1767132458-000_89BM8AA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496144/original/085733700_1770478996-AP26038555167768.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5496137/original/036524400_1770478521-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-49.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496097/original/059788900_1770468847-Persijap_vs_Madura_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496101/original/040065400_1770469416-Bali_United_vs_Persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490042/original/067227000_1769970016-AP26032554873963.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443111/original/092977100_1765620794-000_84V33W9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5496139/original/097787200_1770478546-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5496125/original/099125100_1770475884-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4363721/original/037282300_1679202708-Frho-aVXgAYCJnU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408045/original/017370600_1762762325-000_83JG7ZC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432465/original/023095800_1764797734-trent_alexander_arnold_vs_girona.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4291963/original/080278900_1673809176-AP23015564688341.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496046/original/072858900_1770457987-Persik_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256133/original/021920300_1750227139-AP25166805410774.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392755/original/095851900_1761515195-lazio-vs-juventus-3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439915/original/092451700_1765414469-MADRID.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443743/original/090820000_1765722056-davide-bartesaghi-ac-milan-mencetak-gol-pembuka-serie-a.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394026/original/020373200_1761623330-vini.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437168/original/006946800_1765229221-AP25342741496384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384569/original/003882600_1760795116-FajarFikri5_SF_DenmarkOpen2025_PBSI_20251018.jpg)
