Drama Senegal vs Maroko: Pape Thiaw Minta Maaf Usai Perintahkan Lions of Teranga Lakukan Walkout

2 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Final Piala Afrika 2025 menyisakan drama besar yang sempat membuat stadion terhenyak. Pelatih Senegal, Pape Thiaw, memerintahkan anak asuhnya melakukan walkout usai merasa ada keputusan wasit yang tak adil.

Insiden itu terjadi pada laga puncak melawan Maroko di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, Senin (19/01/2026) dini hari WIB. Keputusan tersebut langsung memantik kontroversi karena laga masih berlangsung ketat.

Thiaw bereaksi keras setelah gol Senegal dianulir, lalu wasit Jean-Jacques Ndala justru memberikan penalti kepada Maroko. Emosi memuncak hingga sang pelatih menyuruh para pemain meninggalkan lapangan.

Namun, keputusan itu tak berlangsung lama dan akhirnya dibatalkan. Seusai laga yang dimenangi Senegal 1-0 lewat perpanjangan waktu, Thiaw memilih berbicara terbuka dan mengakui kesalahannya.

Permintaan Maaf Pape Thiaw

Pape Thiaw tak menunggu lama untuk merespons kontroversi yang ia ciptakan sendiri. Pelatih berusia 44 tahun itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka usai laga final.

Ia mengakui emosinya memuncak karena tidak menerima rangkaian keputusan wasit dalam momen krusial. Meski demikian, Thiaw menyadari tindakannya memberi contoh yang kurang baik.

Thiaw juga menjelaskan bahwa ia sempat menarik kembali keputusannya setelah mendapat masukan dari orang-orang terdekat di pinggir lapangan. Para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan dan laga dilanjutkan hingga selesai.

“Saya benar-benar tidak suka dengan fakta bahwa saya menyuruh pemain saya meninggalkan lapangan. Saya meminta maaf kepada sepak bola. Saya membawa mereka kembali,” kata Thiaw, dikutip dari Sportsmole.

Thiaw: Jangan Dibahas Lagi

Dalam penjelasan lanjutan, Thiaw menegaskan bahwa permintaan maafnya bukan sekadar formalitas. Ia menilai reaksinya lahir dari situasi panas yang sulit dikendalikan.

Menurut Thiaw, timnya mempertanyakan konsistensi keputusan wasit dalam dua momen penting secara beruntun. Namun, ia mengakui bahwa protes tersebut seharusnya tidak dilakukan dengan cara walkout.

Pelatih Senegal itu menekankan bahwa kesalahan wasit adalah bagian dari sepak bola. Ia juga berharap insiden itu tak diungkit-ungkit lagi.

“Kami tidak setuju dengan keputusan itu, hanya itu, dan saya tidak ingin membahas kembali apa yang terjadi dalam pertandingan ini. Kami seharusnya tidak melakukannya, tetapi sudah terjadi. Kami meminta maaf,” tegas Thiaw.

Reaksi Keras dari Walid Regragui

Insiden walkout Senegal juga memancing reaksi keras dari kubu Maroko. Pelatih Atlas Lions, Walid Regragui, menilai tindakan tersebut mencoreng citra sepak bola Afrika.

Regragui mengungkapkan kekecewaannya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menilai seorang pelatih seharusnya tetap menjaga sikap, terlepas dari hasil atau keputusan wasit.

Menurutnya, final Piala Afrika adalah panggung besar yang seharusnya menunjukkan kedewasaan semua pihak. Insiden tersebut dinilainya meninggalkan kesan buruk di mata publik internasional.

“Citra yang ditunjukkan Afrika hari ini agak memalukan. Ketika seorang pelatih menyuruh pemainnya meninggalkan lapangan… Apa yang dilakukan Pape malam ini tidak menghormati Afrika,” kritik Regragui.

(Sportsmole)

Lanjut Baca:

Manchester United Siap Panaskan Bursa Transfer Januari 2026: Gelandang Wolves Masuk Daftar Belanja

Read Entire Article