Inter Milan vs Arsenal: 5 Pemain yang Pernah jadi Pilar Nerazzurri dan The Gunners

2 weeks ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Duel Inter Milan vs Arsenal pada matchday ke-7 Liga Champions 2025/2026 menghadirkan lebih dari sekadar perebutan poin. Laga ini sarat narasi sejarah bagi pemain-pemain kedua kubu.

Arsenal hanya membutuhkan satu poin untuk mengunci tiket ke babak 16 besar. Inter, di sisi lain, tengah berada dalam tren positif di kompetisi domestik.

Perbedaan posisi di klasemen fase liga menambah tensi pertandingan. Arsenal tampil nyaris sempurna, sementara Inter masih mencari stabilitas di Eropa.

Sejarah mencatat sejumlah pemain pernah menyeberang antara London Utara dan Milan. Nama-nama ini menjadi penghubung emosional dua klub besar tersebut.

Dennis Bergkamp

Dennis Bergkamp menjalani periode yang sulit saat memperkuat Inter Milan. Sepak bolanya terasa terkungkung oleh pendekatan taktik Serie A.

Ruang gerak sempit membuat kreativitasnya tidak berkembang. Dua musim di Italia berjalan tanpa kesan mendalam.

Arsenal merekrut Bergkamp pada 1995 dan memecahkan rekor transfer klub. Keputusan itu sempat diragukan.

Segalanya berubah ketika Arsene Wenger datang. Bergkamp menjadi ikon, arsitek permainan, dan legenda Arsenal selama hampir satu dekade.

Lukas Podolski dikenal luas sebagai idola Emirates Stadium. Kaki kirinya menjadi senjata mematikan Arsenal.

Selama dua musim, kontribusinya konsisten dan efektif. Podolski mencatat 39 kontribusi gol dari 73 laga.

Perannya mulai menyusut pada musim 2014/2015. Arsenal memutuskan meminjamkannya ke Inter Milan.

Di bawah Roberto Mancini, dampaknya minim. Podolski hanya mencetak satu gol sebelum kembali ke Inggris.

Patrick Vieira

Patrick Vieira adalah simbol dominasi Arsenal di era keemasan. Ia menjadi jantung permainan dan pemimpin mutlak tim.

Kepindahannya ke Italia pada 2005 mengakhiri satu era. Juventus menjadi tujuan awal sebelum skandal Calciopoli.

Vieira kemudian bergabung dengan Inter Milan pada 2006. Namun, kondisi fisik tak lagi berada di puncak.

Selama empat musim, perannya terbatas. Vieira akhirnya melanjutkan karier ke Manchester City pada 2010.

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez mencapai puncak performa saat berseragam Arsenal. Musim 2016/2017 menjadi periode terbaiknya.

Kecepatan, agresivitas, dan produktivitas membuatnya masuk jajaran elite Premier League. Arsenal sangat bergantung padanya.

Kariernya berlanjut ke Italia bersama Inter Milan. Ia menjalani dua periode berbeda di San Siro.

Meski lebih sering menjadi pelapis, kontribusinya signifikan. Sanchez ikut berperan dalam raihan Scudetto Inter.

Henrikh Mkhitaryan