Paket murah hingga "honeymoon" Bali jadi modus WO tipu calon pengantin

1 month ago 14
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkap paket pernikahan murah dengan fasilitas mewah hingga bulan madu (honeymoon) ke Bali menjadi modus penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) atas nama PT Ayu Puspita Sejahtera menipu calon pengantin.

"Dimana saudara APD sudah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap para korban dengan modus operandi menawarkan jasa penyelenggaraan pernikahan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menetapkan dua tersangka, yakni perempuan sebagai pemilik atau pengelola utama WO yang berinisial APD dan laki-laki yang bekerja sebagai staf marketing WO berinisial DHP.

Iming-iming harga terjangkau disertai beragam bonus membuat banyak korban tergiur untuk menggunakan jasa WO tersebut.

Selain itu, tersangka juga memasarkan paket pernikahan dengan harga di bawah pasaran, disertai dengan berbagai fasilitas tambahan yang tampak tidak sebanding dengan biaya yang harus dibayar calon pengantin.

"Yang ditawarkan kepada para korban ini adalah paket yang murah. Dari paket murah itu, ada fasilitas lain yang ditawarkan, misalnya tempat pernikahan yang fantastis, hingga paket liburan," ujar Iman.

Tak hanya menjanjikan lokasi pernikahan mewah, para tersangka juga menawarkan paket wisata dan honeymoon ke sejumlah destinasi populer, salah satunya Bali.

Bonus tersebut dikemas sebagai bagian dari paket pernikahan sehingga semakin meyakinkan calon pengantin untuk segera melakukan pembayaran.

Baca juga: Ditreskrimum Polda Metro Jaya segera tangani kasus penipuan WO

Menurut penyidik, skema penawaran tersebut sengaja dirancang untuk menciptakan kesan eksklusif dan menguntungkan bagi konsumen.

Dalam praktiknya, uang yang disetorkan para korban justru tidak digunakan oleh tersangka untuk keperluan penyelenggaraan pernikahan, melainkan untuk kepentingan pribadi.

"Kemudian, ada paket liburan ke tempat-tempat yang ditawarkan oleh para tersangka, misalkan ke Bali dengan paket wisata, paket honeymoon. Sehingga itu menarik para korban untuk menggunakan jasa dari para tersangka," jelas Iman.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan dua orang tersangka, yakni APD dan DHP.

Keduanya diduga berperan aktif dalam menawarkan paket pernikahan serta menerima pembayaran dari para korban. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

Iman menjelaskan bisnis jasa WO tersebut telah berjalan sejak 2016 dan semakin masif setelah pada 2024 dikemas dalam bentuk badan hukum.

Legalitas usaha itu turut menambah tingkat kepercayaan para korban, meskipun pada akhirnya justru digunakan sebagai kedok untuk melakukan penipuan.

"Lalu, penawaran menarik, seperti para korban yang membayar uang muka (down payment/DP) dengan janji untuk booking venue dan vendor, apabila korban melunasi sebelum tenggat waktu yang ditentukan, akan mendapatkan bonus gratis bulan madu, tiket pulang pergi (PP) pesawat," terang Iman.

Lalu, kata dia, dalam penawaran tersebut, calon pengantin juga dijanjikan tiket pulang dan pergi (PP) pesawat, menginap di villa tiga hari dua malam, dan lain sebagainya.

Baca juga: Motif pelaku dalam kasus penipuan WO Jakut didalami polisi

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya calon pengantin agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa wedding organizer.

Polisi juga mengimbau agar calon konsumen tidak mudah tergiur dengan paket pernikahan berharga murah, namun menawarkan fasilitas yang terlampau mewah.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menetapkan dua tersangka, yakni perempuan berinisial A dan pria berinisial D terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh WO terhadap puluhan korban.

“Pada hari ini, kami sudah menetapkan dua orang tersangka, seorang perempuan dan seorang pria,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, Selasa (9/12).

Dia menyebutkan pelaku berinisial A berperan sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan, sedangkan pria berinisial D bertugas membantu melaksanakan seluruh kegiatan tersebut.

Kedua pelaku itu diketahui bukan pasangan suami istri, melainkan pemilik usaha dan pegawai.

"Statusnya kedua tersangka ini adalah 'owner' (pemilik) dan pegawai," ungkap Erick.

Baca juga: Polisi tetapkan dua tersangka pada kasus penipuan WO di Jakut

Baca juga: Polda Metro Jaya benarkan penahanan terhadap pemilik WO bermasalah

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article