Pemerintah Belum Terapkan Pajak Karbon, DEN Ungkap Alasannya

1 month ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah belum juga mau menerapkan pajak karbon. Padahal instrumen ini dipercaya bakal meningkatkan perdagangan karbon, karena perusahaan bakal memiliki kewajiban untuk mengurangi emisi dengan membeli kredit karbon.

Penerapan pajak karbon sempat ditunda dari rencananya 2021 lalu yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Perpajakan mulai 1 April 2022. Sebabnya saat ini pemerintah masih menunggu kesiapan mekanisme pasar karbon.

Namun, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih fokus pada Nilai Ekonomi Karbon (NEK), atau harga yang dikenakan pada setiap emisi gas rumah kaca, agar Voluntary Carbon Market atau pembelian karbon yang bukan sebuah kewajiban ini bisa bergeliat lebih dulu.

"Supaya Voluntary Carbon Market bisa jalan. Kita udah bisa bicara Carbon Tax (Pajak Karbon), Emission Trading Scheme (ETS), complience (kepatuhan), memang instrumen lain," kata Mari Elka, usai Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Pencapaian NDC dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), Senin (8/12/2025).

Namun menurut Mari Elka, ini merupakan ranah dari Kementerian Keuangan yang akan membuat pertimbangan. Kendati demikian, tak menutup kemungkinan kebijakan ini dapat diterapkan.

"Tidak menutup kemungkinan itu (pajak karbon) di kemudian hari. Tapi kayanya kita mulai ETS dulu, karena perindustrian udah punya rencana melakukan ETS," katanya.

ETS yang dimaksud penetapan batas total emisi gas rumah kaca yang diperbolehkan pada sektor industri tertentu. Bagi perusahaan yang kelebihan emisi maka bisa membeli izin dari perusahaan lain.

Rencananya Kementerian Perindustrian akan mengeluarkan aturan terkait batas emisi ini.

Lebih lanjut menurut Mari Elka, saat ini pemerintah tengah mendorong penyelesaian Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) akan dipercepat selesai pada Maret 2026. Adanya SRUK membuat standar pencatatan perdagangan dan penilaian karbon lebih jelas.

"Makanya SRUK-nya penting, karena kalau kita belum ada standar, ini intinya bagaimana ada interoperability dalam negeri dan interopewrability atau pengakuan di internasional. kalau nggak susah jalan penjualan karbon kita," kata Mari Elka.

Diketahui, SRUK merupakan sistem penyediaan dan pengelolaan data informasi terkait unit karbon pada tingkat penyelenggaraan instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Setiap perdagangan karbon nantinya tercatat di SRUK.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article