KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kemendiktisaintek menyiapkan setidaknya tujuh rencana dukungan pemulihan bencana banjir Sumatera bagi mahasiswa maupun dosen terdampak. Tahap pemulihan ini bakal dimulai pada Januari 2026.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Mohammad Fauzan Adziman menyebut salah satu upaya pemulihan adalah pembebasan biaya kuliah atau UKT (Uang Kuliah Tunggal) bagi mahasiswa yang terdampak di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Pemberian pembebasan UKT satu sampai dua semester bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak,” ucap Fauzan di ruang rapat Komisi X DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025.
Adapun Fauzan mengatakan program pemulihan ini akan menggunakan anggaran tahun 2026 mendatang. Selain pembebasan biaya kuliah, Kemendikti juga mengupayakan pengadaan dapur umum di berbagai kampus terdampak, terutama bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak. Kemudian, Kementerian memastikan pengaturan ujian akhir semester yang fleksibel bagi berbagai kampus atau mahasiswa berasal dari keluarga terdampak.
Lalu, ada pula upaya penggalangan bantuan berbagai kebutuhan mendesak yang dikirim melalui berbagai kampus di area terdampak, seperti makanan, pakaian, penjernih air bersih, pengiriman tenaga kesehatan, dan lain sebagainya.
Pada tahap pemulihan, Kementerian juga bakal membentuk tim psikososial bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat yang terdampak, bekerja sama dengan tim psikolog, badan eksekutif mahasiswa (BEM), dan tenaga terlatih lainnya. “Yang keenam adalah bantuan fasilitas untuk pembelajaran, pemulihan proses pembelajaran normal,” ujar Fauzan.
Sementara yang terakhir adalah pemulihan infrastruktur pembelajaran dan sosial melalui pengabdian kepada masyarakat berdampak.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi mengungkap lebih dari 18 ribu mahasiswa terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengatakan sebanyak 60 perguruan tinggi terdampak bencana ekologis yang secara serentak melanda tiga provinsi itu.
Fauzan merincikan, di Provinsi Aceh jumlah perguruan tinggi yang terdampak ada 31, dengan jumlah dosen 1.183, dan jumlah mahasiswa 15.801 orang. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, jumlah yang terdampak 14 perguruan tinggi, dengan jumlah dosen terdampak 20 orang dan jumlah mahasiswa terdampak 2.408 orang.
“(Di Sumatera Barat), perguruan tinggi terdampak ada 15, jumlah dosen terdampak 103 orang, dan jumlah mahasiswa terdampak 615 orang,” kata Wakil Menteri Fauzan, di ruang rapat.

1 month ago
8
























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439915/original/092451700_1765414469-MADRID.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443743/original/090820000_1765722056-davide-bartesaghi-ac-milan-mencetak-gol-pembuka-serie-a.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394026/original/020373200_1761623330-vini.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437168/original/006946800_1765229221-AP25342741496384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384569/original/003882600_1760795116-FajarFikri5_SF_DenmarkOpen2025_PBSI_20251018.jpg)
