BMKG Tekankan Penguatan Peringatan Dini Hadapi Bencana Hidrometeorologi

11 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
BMKG Tekankan Penguatan Peringatan Dini Hadapi Bencana Hidrometeorologi Ilustrasi.(BMKG.)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor guna menekan risiko bencana hidrometeorologi di tengah dampak perubahan iklim yang kian terasa.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengungkapkan bahwa laporan State of the Global Climate 2024 dari World Meteorological Organization (WMO) mencatat tahun 2024 sebagai periode terpanas sepanjang sejarah pencatatan, dengan anomali suhu global telah melampaui ambang 1,5°C dibandingkan masa praindustri.

"Data observasi menunjukkan tren kenaikan suhu yang konsisten, baik secara global maupun regional di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi," kata Andri dalam keterangannya, Jumat (6/2).

Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim. Wilayah dengan frekuensi kejadian tertinggi tercatat di Jawa Barat, diikuti Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, serta sejumlah daerah lain di Sumatra.

Secara nasional, rata-rata suhu Indonesia pada 2024 mencapai 27,52°C, tertinggi sejak pencatatan dilakukan. Dampaknya, bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan kini mendominasi lebih dari 90 persen total bencana di Indonesia.

Selain itu, hujan ekstrem dengan intensitas di atas 150 milimeter per hari semakin sering terjadi, bahkan pada beberapa peristiwa mencapai 300 hingga 400 milimeter per hari.

"Kondisi ini inline dengan tren perubahan suhu dan perubahan iklim yang terjadi secara global," jelasnya.

Menurut Andri, situasi tersebut menuntut peningkatan kesiapsiagaan, terutama dalam menerjemahkan informasi dan peringatan dini BMKG ke dalam pemetaan kerentanan wilayah oleh pemerintah daerah. Tantangan ke depan tidak hanya berasal dari perubahan iklim global, tetapi juga dari perlunya integrasi strategi mitigasi bencana yang dinilai belum optimal.

Dalam aspek mitigasi, BMKG juga mendorong penguatan Sistem Peringatan Dini Multibahaya (Multi-Hazard Early Warning System/MHEWS) yang terintegrasi, sejalan dengan inisiatif global Early Warning for All (EW4All). Sistem ini mencakup empat pilar utama: pengetahuan risiko bencana, deteksi dan pemantauan, kesiapsiagaan serta respons, dan diseminasi informasi yang efektif kepada masyarakat.

Kemudian, peningkatan literasi kebencanaan juga dinilai krusial, salah satunya melalui program Sekolah Lapang BMKG.

"Artinya ini juga poin penting untuk meningkatkan awareness dari masyarakat bahwa bencana hidrometeorologi ini tidak bisa kita elakkan lagi terus. Harus kita gugah awareness tersebut melalui edukasi dan program-program yang tentunya sampai ke masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap upaya mitigasi bencana," ucapnya.

Ia menambahkan, efektivitas peringatan dini sangat bergantung pada kesiapsiagaan di tingkat hilir, yang melibatkan BNPB, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait. Diseminasi informasi pun membutuhkan peran semua pemangku kepentingan agar peringatan dapat diterima dan dipahami secara luas.

"Peringatan dini dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda jika seluruh komponen sistem peringatan dini bekerja bersama dan saling melengkapi," tegasnya.

BMKG sendiri berperan pada sisi hulu sistem peringatan dini melalui pemantauan, analisis, serta penyampaian informasi terkait potensi cuaca dan iklim ekstrem, gempa bumi, hingga tsunami.

"Golden time bencana hidrometeorologi sebenarnya cukup panjang, mulai dari tujuh hari, tiga hari, hingga hitungan jam sebelum kejadian. Kuncinya ada pada kesiapsiagaan, pemetaan risiko, dan langkah kontingensi yang jelas di daerah," ujarnya.

BMKG pub mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memantau informasi resmi cuaca dan iklim, khususnya pada puncak musim hujan Februari 2026. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menekan risiko serta dampak bencana hidrometeorologi di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. (Fik/P-3)

Read Entire Article