Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, merespons soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih di zona merah pada hari ini, Senin (2/2). Pemerintah telah melakukan reformasi di pasar modal Indonesia, dengan rencana menaikkan jumlah saham yang dapat dimiliki masyarakat atau free float menjadi 15 persen hingga batas minimal penempatan dana pensiun dan asuransi di saham.
IHSG ditutup turun 406,875 poin (4,88 persen) ke posisi 7.922,731. Sedangkan indeks LQ45 juga ditutup turun 27,293 poin (3,27 persen) ke 806,242. Sebanyak 58 saham naik, 720 saham turun, dan 36 saham stagnan.
Pandu bilang, merahnya IHSG hari ini tidak perlu dikhawatirkan. Sebab menurutnya, investor harus benar-benar memperhatikan fundamental perseroan
"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan. Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham, dan ini bagus lah juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short-term. Investasi itu harus memikir medium to long-term," jelas Pandu di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2).
Dia melanjutkan, saat ini merupakan waktu yang tepat membeli saham-saham yang memiliki fundamental yang baik.
Pandu menuturkan, secara umum memang perdagangan saham hari ini mengalami penurunan. Namun, ia meminta masyarakat melihat dari sisi pembelian saham oleh investor asing yang mulai meningkat.
"Yang kedua, memang banyak retail melihat nih banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi. Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif," tuturnya.
Praktisi pasar modal dan Co-Founder PasarDana, Hans Kwee, menilai bahwa fundamental bursa saham Indonesia saat ini baik. Menurutnya, masih merahnya IHSG hari ini karena pasar mulai melakukan detoks, yakni hanya saham-saham yang fundamentalnya baik yang memang dibidik investor.
"IHSG pada Senin ini dibuka melemah, tetapi saham-saham dengan fundamental bagus malah menguat atau diakumulasi," jelas Hans.
Dia menjelaskan, pelemahan IHSG terkonsentrasi pada saham-saham yang terpengaruh kebijakan MSCI. Selain itu juga upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan percepatan reformasi integritas.
"Nampaknya pelaku pasar ritel sedang melakukan market detox dan melakukan penjualan mengantisipasi risiko pada saham-saham yang terimbas kebijakan MSCI dan perbaikan cepat yang akan OJK dan SRO lakukan," katanya.
Hans meminta investor ritel tak perlu panik. Justru menurutnya, hal ini menjadi momentum agar investor jeli melihat saham yang memiliki fundamental baik.
"Sebaiknya pelaku pasar ritel jangan panik, dan melakukan akumulasi pada saham-saham yang berfundamental bagus," tambahnya.

3 hours ago
1
























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439915/original/092451700_1765414469-MADRID.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443743/original/090820000_1765722056-davide-bartesaghi-ac-milan-mencetak-gol-pembuka-serie-a.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437168/original/006946800_1765229221-AP25342741496384.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394026/original/020373200_1761623330-vini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384569/original/003882600_1760795116-FajarFikri5_SF_DenmarkOpen2025_PBSI_20251018.jpg)
