Dari Hipertensi hingga Diabetes, Ini Penyakit yang Paling Menguras Dana BPJS

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit kronis masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional. Sepanjang 2025, lebih dari Rp50,2 triliun iuran peserta BPJS Kesehatan digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan terkait penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes.

Angka ini mencerminkan besarnya beban penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengungkapkan dana tersebut digunakan untuk membayar layanan kesehatan pada sekitar 59,9 juta kasus penyakit kronis.

Kondisi ini mendorong BPJS Kesehatan untuk semakin menguatkan strategi promotif dan preventif, salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Dalam lima tahun terakhir, jumlah peserta JKN yang melakukan Skrining Riwayat Kesehatan meningkat sangat signifikan. Dari 2,2 juta peserta pada 2021, melonjak menjadi 79,5 juta peserta pada 2025," kata Rizzky dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 30 Januari 2026.

Lonjakan partisipasi ini dinilai sebagai sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Skrining Riwayat Kesehatan sendiri ditujukan bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas dan dilakukan satu kali dalam setahun. Peserta diminta mengisi sejumlah pertanyaan untuk mengetahui risiko penyakit kronis yang mungkin dialami.

Hasil skrining menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Dari 79,5 juta peserta yang telah menjalani skrining, sebanyak 34,6 juta peserta terdeteksi berisiko mengidap penyakit kronis. Penyakit yang paling banyak muncul adalah hipertensi, stroke, dan penyakit jantung, dengan total mencapai 23 juta peserta berisiko.

Selain itu, sekitar 17 juta peserta terdeteksi berisiko mengidap diabetes melitus, penyakit yang dikenal sebagai 'silent killer' karena sering berkembang tanpa gejala awal yang jelas.

Penyakit kronis lain yang juga teridentifikasi antara lain kanker serviks dengan 14,4 juta peserta berisiko, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sebanyak 3,3 juta peserta, serta tuberkulosis (TBC) dengan 2,4 juta peserta berisiko.

Tak berhenti di situ, skrining juga menemukan 2,2 juta peserta berisiko hepatitis B, 1,5 juta berisiko kanker paru, dan sekitar 1 juta peserta berisiko kanker payudara. Sisanya terdeteksi berisiko mengidap hepatitis C, talasemia, hingga kanker usus.

Read Entire Article