Pesan Peraih Nobel Kimia Morten Meldal bagi Gen Z yang Ingin Jadi Ilmuwan

2 days ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Peraih Nobel Kimia 2022, Prof Morten Meldal menitip pesan bagi Generasi Z (Gen Z) yang punya cita-cita menjadi ilmuwan bidang Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (teknik), Mathematics (matematika) atau STEM.

“Menurut saya, memiliki pengalaman nyata sangatlah penting. Mampu memanfaatkan teknologi modern termasuk computer memang sangat penting untuk masa depan. Tapi memerhatikan faktor pembentuk alam dan bagaimana cara alam bekerja akan memberikan pengalaman nyata tentang gravitasi, cahaya, bagaimana cara kerja biologi dan lain-lain,” kata Morten kepada Health Liputan6.com saat ditemui di Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

Dia menambahkan, banyak muda mudi yang tinggal di perkotaan tidak begitu banyak keluar untuk melihat dan memerhatikan cara kerja alam secara langsung.

“Kamu tidak bisa mendapatkan impresi dari keajaiban alam ketika kamu tidak melihatnya secara langsung,” tambahnya.

Berjalan ke hutan untuk memerhatikan alam kerap dilakukan Morten untuk memahami cara kerjanya.

“Ya, kamu butuh waktu untuk relaks, duduk sejenak untuk merasakan pengalaman bagaimana alam bekerja dan memikirkan cara kerja itu, jadi kamu harus memiliki cukup waktu untuk memikirkan tentang itu,” jelas Morten.

Hal ini dapat mengasah kemampuan berpikir tentang A sampai Z hingga tercapai sebuah solusi. Kemampuan ini penting dimiliki oleh muda-mudi yang ingin bekerja di bidang STEM, karena STEM adalah tentang mencari solusi dari masalah.

Gen Z Harus Belajar Bangun Ketahanan Mental

Ambassador of Global Girls Foundation/Plan International, Dr. Phaedria St. Hilaire menambahkan, dirinya menyukai Gen Z, dari sisi gairah (passion), keberanian, cara mereka terkoneksi satu sama lain, dan kemampuan mengungkapkan apa yang mereka pikirkan.

“Jadi tolong pertahankan itu, tapi saya pikir kalian juga perlu belajar untuk mampu membangun ketahanan mental. Saya lihat banyak pemuda, sayangnya, sangat mudah patah semangat,” ujar Phaedria.

“Jadi Gen Z harus belajar untuk membangun ketahanan mental ini dan menjadi seorang ahli, tetaplah bergairah, tetap berjuang, karena kalian punya banyak power, kalian punya suara yang sangat kuat sebagai orang muda,” ujarnya.

Jumlah Saintis Perempuan Tak Sebanyak Laki-Laki

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas YARSI, Profesor Fasli Jalal mengatakan bahwa kini jumlah mahasiswi dan saintis perempuan masih belum sebanyak yang diharapkan.

“Fakta sekarang jumlah mahasiswa dan jumlah saintis kita yang perempuan belum sebanyak yang kita harapkan,” ujar Fasli.

Untuk itu, ia mengundang Morten dan Phaedria untuk berbagi cerita tentang dunia STEM yang bisa pula dimasuki oleh para ilmuwan perempuan.

“Artinya, kita harus menciptakan suasana dari awal, di keluarga. Hal-hal yang sebetulnya sederhana ternyata pesan-pesan kimianya banyak, belajar dari alam, alam menjadi guru, menikmati lingkungan dan tak harus selalu di dalam ruangan.”

“Jadi hal-hal ini yang kita semua pelajari, bisa ndak kita sebagai bangsa untuk memperkenalkan (STEM) sejak awal, sejak anak usia tiga tahun sudah bisa. Apalagi nanti di SD, SMP, sampai SMA nah mereka nanti dialirkan ke bidang mereka,” kata Fasli.

Dengan banyaknya ilmuwan di bidang STEM, Fasli berharap Indonesia ke depannya bisa menjadi negara maju.

Momen Soroti Pentingnya Pelibatan Perempuan dalam STEM

Senada dengan Fasli, Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, ini adalah momen tepat untuk menyoroti pentingnya pelibatan perempuan dalam pendidikan dan kepemimpinan terutama di bidang STEM.

“Ini bukan hanya tentang sektor STEM, tapi ini tentang cara berpikir, cara berpikir kritis, rasa ingin tahu. Kita menjalin kolaborasi dengan universitas, media, sektor swasta, masyarakat sipil, terutama anak-anak muda.”

“Semua perlu berkolaborasi untuk mempromosikan STEM, tak hanya dari sisi pendidikan atau sektornya, tapi tentang cara kita berpikir tentang masa depan manusia,” terang Dini.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembicaraan soal kesetaraan dalam pertemuan ini bukan hanya soal perempuan tapi untuk semua orang.

Read Entire Article